Masyarakat di tiga kampung sedistrik Muliama yang tergolong dalam Suku Huseloma pada Jumat 25/05 kemarin menggelar ritual adat Wam Ogat di pusat suku Huseloma Kampung Holkima Distrik Muliama. Upacara ritual tersebut berlangsung meria karena dihiasi dengan berbagai atraksi sebagaimana yang biasanya dilakukan masyarakat Jayawijaya, dan berbagai atribut budaya pun digunakan pada ritual Wam Ogat tersebut. Awalnya masyarakat menuju Honai adat Huseloma membawa persembahan babi yang telah disembeli, dengan iring-iringan kelompok Etai (lagu tradisional lembah baliem). Selanjutnya masyarakat menuju suatu tempat di alam terbuka dikampung Holkima. dimana tempat tersebut dianggap sebagai tempat bersejarah menurut masyarakat suku Huseloma dan ditempat itulah dilakukan makan bersama hidangan wam yang telah disembeli.
Kepala suku huseloma, Konam Kosay menjelaskan Upacara adat Wam Ogat merupakan suatu Ritual adat, yang diyakini secara turun temurun oleh masyarakat adat Huseloma. dimana upacara tersebut dilakukan sebagai tanda balas budi dari segala bantuan yang diberikan kepada keluarga yang berduka atas meninggalnnya keluarga mereka yang lainnya beberapa waktu lalu. Dikatakan, Ritual Wam Ogat juga merupakan tradisi yang perna dilakukan tiga moyang terkenal yaitu, Yumarek Hiluka, Tolek Hiluka dan Salisik Wuka, pada masa kekuasaannya.
Kepala suku huseloma Konam Kosay juga menambahkan, suku huseloma merupakan sala satu dari tiga suku di lembah baliem, yaitu suku Wio yang dikenal dibagian selatan baliem, suku Marike dibagian barat, dan Huseloma bagian tengah lembah baliem.
Sementara itu, Motok Hiluka yang juga selaku toko adat Huseloma dalam arahannya mengatakan, mewakili seluru masyarakat suku huseloma memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Konam Kasay selaku kepala suku karena atas kepemimpinannya acara tersebut terselenggara dengan baik. Motok Hiluka menambahkan walapun kondisi saat ini masyarakat sedang dalam kritis pemeliharaan babi namun atas instruksinya telah mengorbankan hingga acara tersebut terselenggara dengan baik. untuk itu lanjut motok, sebagai penghargaan mewakili masyarakat Huseloma memberikaan kekuasaan penuh kepada Konam Hiluka, untuk terus memimpin suku huseloma dikampung tersebut. Hal senada juga disampaikan Lemelogo Hiluka yang juga toko adat dari suku huseloma.
Ritual wam ogat suku huseloma itu dilakukan oleh gabungan masyarakat dari tiga kampung di distrik muliama yaitu kampung holkima, pumasili, dan kampung sakma. (Ronny Hisage).
Cari Berita
-
Tulisan Terkini
Arsip
Kategori
Kalender
Komentar Berita
- pisugi meke on Pernyataan Dukungan LMA Wilayah Distrik Kurulu, Libarek, Pisugi, Wita Waya, Usilimo Dan Wadangku
- allo daby on Masa Reses, Anggota DPR RI Paskalis Kosay Jaring Asmara
- allo daby on Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Okikha, Berangkat Dari Aspirasi Murni Masyarakat Adat.
- Repot W on Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Okikha, Berangkat Dari Aspirasi Murni Masyarakat Adat.
- MICHAEL WEYA on pengembangan kopi arabika dikawasan pegunungan Tengah Papua akan didukung oleh Pemerintah.