Kepala Distrik Bugi Menyerahkan Bantuan 5 Juta Perkampung.

Untuk menunjang pembanguan delapan Kantor Kampung di Distrik Bugi, Kepala Distri Bugi Yosias Togodly, S. Ip. menyerahkan bantuan uang senilai 40 juta kepada pemerintah kampung tingkat Distrik Bugi, dengan rincian masing-masing 5 juta rupiah per kampung. Peenyerahan tersebut dilakukan pada kunjungan kerja Kepala Distrik bersama stafnya yang dilakukan selama dua hari yaitu, pada rabu 16 / 05 untuk 4 kampung dan jumat 18/05, untuk empat kampung lainnya.
Kepada RRI, kepala distrik bugi Yosias Togodly, S. Ip. Mengatakan, penyerahan bantuan pada kunjungan tersebut untuk mempercepat proses pembangunan kantor kampung, karena Distrik Bugi merupatan sala satu distrik dari sepulu distrik di Kabupaten Jayawijaya yang akan dilombahkan, di tingkat Provinsi.
Untuk itu lanjut, Yosias Togodly memintah agar pemerintah kampung segerah membangun kampung sebaik mungkin dengan modal yang ada, dan jika ada kekurangan akan didiskusikan bersama untuk mencari solusi.
Lebih jauh, Yosias Togodly memintah kepada seluru aparatur pemerintahan kamung distrik Bugi agar tidak utang piutang dalam membangun kantor kampung agar tidak ada masala dekemudian hari. (Ronny Hisage)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kelompok Tani Aluama Distrik Kurulu Menerima Bantuan Uang Tunai Senilai 150 Juta.

Guna meningkatkan taraf hidup dan memberdayakan masyarakat ekonomi lemah, Pemerintah Pusat menyalurkan bantuan sosial berupa uang tunai melalui dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Jayawijaya, kepada Masyarakat Kelompok Tani Persawaan Aluama Kampung Mebagaima Distrik Kurulu, pada (16/05). penyerahan bantuan itu senilai seratus lima puluh juta rupiah, yang diserahkan langsung oleh Hunaga Doga sebagai tim teknis lapangan dari dinas perkebunan tanaman pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayawijaya kepada Kepala Distrik Kurulu dan selanjutnya kepada kelompok tani Aluama.
Sambutan Kepala Distrik Kurulu Anas Dabby, S. Sos. Pada kegiatan itu mengatakan, sesui dengan tujuan bantuan tersebut bahwa, dimana penyerahan bantuan itu untuk mengatasi kemiskinan, ketertinggalan, dan keterbelakangan, sehingga diharapkan masyarakat menggunakannya sebaik mungkin agar mencapai sebagaimana tujuan bantuan tersebut. Ia menambahakan, bantuan tersebut juga merupakan modal awal untuk mengembangkan usaha persawahan kelompok tani aluama, sehingga diharapkan penggunaannya sebaik mungkin. Anas Dabby juga menyarankan kepada kelompok tani untuk tidak hanya berpatokan pada usaha musiman tetapi terus mengembangkan berbagai usaha baik dibidang pertanian, peternakan, dan perikanan maupun usaha lainnya yang memiliki nilai tambah. (Ronny Hisage)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pemerintah Jayawijaya Melakukan Panen Raya di Kampung Aikima Distrik Pisugi

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya pada (selasa/15/05) mengunjungi kampung aikima distrik pisugi untuk melakukan panen raya Ubi Jalar/ Penyebaran Bibit Ikan, dan peresmikan Koperasi Wanita Suka Makmur. Kunjungan Pemerintah Daerah tersebut disambut melalui berbagai atraksi taria-tarian dan lagu daerah oleh kelompok wanita yang menceritrakan kaum perempuanlah yang berperan aktif dalam mengidupkan keluarga. Bupati Kabupaten Jayawiajay Wempi Wetipo, S. Sos. SH. M. Par. Dalam sambutannya mengatakan, Kaum perempuan di Kabupaten Jayawiajay hendaknya terus meningkatkan semangat juang dalam melaksanakan berbagai kegitan demi menunjang ekonomi dalam keluarga dan menujuu hari depan yang lebih baik, sebagaimana yang telah dilakukan kaum perempuan di Kampung Aikima, melalui beberapa kegian pertanian dan peternakan. Hal itu dikatakan karena menurut Bupati Wetipo kenyaataan yang seringa di jumpai, kaum perempuanlah yang kerja keras di daerah tersebut. Untuk itu bupati juga mengajak para lelaki pun untuk kerja keras sebagaimana kelompok wanita. Selain itu, bupati juga mengatakan berbgaiai pemakaran distrik mapun kampung termasuk distrik pisugi merupakan program Bupati Jayawijaya dan bukan program gubernur Mapun Mentri Dalam Negeri, sehingga jika ada pihak-pihak yang sementara memprofokasi masyarakat bahwa Bupati Wetipo telah menyalahi atauran dalam memekarkan, dengan alasan yang punya kewenangan pemekaran adalah Gubernur dan MENDAGRI/ adalah merupakan informasih yang tidak benar. untuk itu Ia meminta masyarakat untuk tidak muda terprofokasih dengan isu yang tidak benar. Lanjut wetipo, tongkat kepemimpinan yang telah dipercayakan rakyat belum selesai masanya dan pihaknya masi terus memimpin daerah ini untuk melanjutkan sisa pembangunan yang ada, karena jika orang lain yang memimimpin daerah ini tidak akan mungkin untuk bisa melanjutkannya sisa pembangunannya sehingga jika ada okun yang mau merebut tongkat tersebut, tanpa diserahkan maka hal itu merupakan perampasan menurutnya.

Selanjutnya Buapati Wempi Wetipo, menyerakan bantuan berupa sejumlah uang dan satu ton beras, dan dilanjutkan pengguntingan pita Koperasi Wanita Suka Makmur “Nit Meke Lekma” pemanenan ubi jalar dan penyebaran bibit ikan.
Pada kegiatan itu juga, telah dilakukan penandatanganan pernyataan sikap oleh 7 kepala kampung di distrik pisugi dan para toko adat setempat bahwa seluru lapisan masyarakat Distrik Pisugi siap mendukung Bupati Wempi Wetipo, S. Sos. SH. M. Par. Untuk memimpin dua periode yaitu periode 2014-2018 mendatang. (Ronny Hisage).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Okikha, Berangkat Dari Aspirasi Murni Masyarakat Adat.

Dengan semakin maraknya isu-isu pemekaran didaerah ini, Musa Mabel selaku Ketua Tim Pembentukan Daerah Otonom baru Kabupaten Okika, menghimbau kepada masyarakat di Wilayah Okika yang sementara ini aspirasinya sudah disampaikan kepada pemerintah daerah, dan pemerintah pusat, agar jangan terpengaruh dengan isu-isu yang dikembangkan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Siapapun jangan mengadu domba masyarakat okikha dan masyarakat Okika juga jangan mau diadudomba oleh oknum-oknum tertentu. Kata Musa Mabel, yang penting diingat adalah tetap menjaga keamanan dan ketentraman ditengah-tengah masyarakat, karena tekad masyarakat telah bulat, yang membuat satu pernyataan sikap keputusan lembaga musyawarah adat dari masing-masing 6 distrik untuk pembentukan daerah otonom Kabupaten okikha yang berangkat dari aspirasi murni dari masyarakat adat. Oleh karena jadi tidaknya pembentukan Otonom Baru Kabupaten Okika sangat ditentukan oleh seluruh masyarakat adat wilayah Okika itu sendiri. Musa Mabel juga menghimbau kepada masyarakat Okika agar bersama-sama memberikan dukungan terhadap pergeseran Kabupaten Jayawijaya ke wilayah Muliama serta pembentukan kota Madya Lembah Baliem, karena hal ini semuanya untuk kepentingan masyarakat Jayawijaya dan pada umumnya kepentingan masyarakat Pegunungan Tengah. Karena itu, jangan ada saling membenci, satu sama lain, tetapi berpikirlah untuk tetap satu untuk semua dan semua untuk satu demi kepentingan kemajuan wilayah Pegunungan Tengah Papua. Lebih jauh Musa Mabel berujar, syarat pembentukan daerah, baik daerah otonom Kabupaten, maupun Kota Madya dan Pemekaran Propinsi sudah diatur dalam undang-undang nomor 32 tahun 2004 dan juga peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2007.-(Jamonter S)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pernyataan Dukungan LMA Wilayah Distrik Kurulu, Libarek, Pisugi, Wita Waya, Usilimo Dan Wadangku

Pembentukan daerah otonom baru Kabupaten, merupakan salah satu rangkaian upaya pembangunan berkesinambungan yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas, mewujudkan tujuan Nasional sebagaimana dirumuskan dalam visi dan misi pembangunan. Rangkaian upaya tersebut memuat kegiatan pembangunan yang berkesinambungan dengan menaikkan tingkat kesejahteraan masyarakat dari generasi-kegenerasi. Demikian aspirasi dan pernyataan dukungan LMA wilayah Distrik Kurulu, Libarek, Pisugi, Wita Waya, Usilimo, Wadangku dan dukungan rekomendasi LMA Kabupaten Jayawijaya tentang pembentukan daerah Otonom baru Kabupaten Okikha yang disampaikan Ketua tim Pembentukan daerah Otonom baru Kabupaten Okikha Musa Mabel kepada RRI sore kemarin (12/5) di Wamena. Dikatakan, Pembentukan daerah Otonom baru Kabupaten Okika pada dasarnya untuk meningkatkan pelayanan publik untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, disamping sebagai sarana pendidikan politik ditingkat lokal dan menempatkan masyarakat adat dalam pembangunan, mengurus dirinya sendiri terutama dengan pengelolaan potensi sumber daya alam dan sosial budaya masyarakat. Sehubungan dengan itu kata Musa Mabel, forum pembentukan Daerah Otonom baru Kabupaten Okika merumuskan aspirasi masyarakat melalui tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda untuk membentuk daerah otonom baru. Hal ini didasari dari latar belakang sejarah asal usul kehidupan masyarakat yang sama adat di wilayah 6 distrik tersebut. Menurut Musa Mabel, cakupan wilayah daerah otonom baru Kabupaten Okikha ibu kota Kurulu dari nenek moyang leluhur tergambar dalam beberapa hal, diantaranya memiliki sejarah asal usul perkembangan manusia pertama yang diawali dari kampung tua Wadlangku, memiliki wilayah hukum adat, Leluhur yang sama pada ivent-ivent sosial budaya, mempunyai tata susunan adat yang tetap dalam sistim kepemimpinan tingkat Klen, Konvederasi sampai tingkat aliansi yang sama serta mempunyai harta benda yang diukur oleh Kepemimpinan Sosial, Politik, ekonomi dan religi yang sama. (Jamonter S)

Posted in Uncategorized | Leave a comment